Aspek Pertanahan Dalam Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit

Authors

  • Hadi Arnowo PPSDM Kementerian ATR-BPN

DOI:

https://doi.org/10.53686/jp.v13i2.196

Keywords:

kawasan terpadu, pemantauan, penindakan, pemberian hak atas tanah

Abstract

ABSTRAK
Kota-kota besar di Indonesia tidak luput dari masalah kurangnya ketersediaan tanah untuk kepentingan hunian yang dekat dengan lingkungan kerja dan komersial. Upaya menjawab kebutuhan tanah tersebut adalah dengan pembangunan kawasan terpadu dan dekat dengan simpul transportasi yang dikenal dengan kawasan pembangunan berorientasi transit (TOD). Apabila pembangunan TOD dikaitkan dengan aspek pertanahan, maka pertanyaan masalah adalah bagaimana pola penggunaan, pemanfaatan tanah, penguasaan dan pemilikan tanah pada kawasan TOD. Berdasarkan masalah tersebut maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah menentukan pola penggunaan, pemanfaatan tanah, penguasaan dan pemilikan tanah pada kawasan TOD. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif yaitu menggunakan data kualitatif berupa laporan, artikel ilmiah dan peraturan terkait serta selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Aspek yang dianalisis berupa penguasaan, pemilikan dan penggunaan tanah pada kawasan TOD. Hasil analisis mengenai aspek pertanahan adalah terbangunnya pola penggunaan dan pemanfaatan tanah serta serta pola penguasaan dan pemilikan tanah. Pola penggunaan dan pemanfaatan tanah meliputi unsur penyelenggaraan, pengawasan dan penertiban yang mengacu pada ketentuan mengenai perencanaan dan pemanfaatan ruang. Sedangkan pola penguasaan dan pemilikan tanah berisi tentang pemberian/perpanjangan/pembaruan hak atas tanah, pengawasan dan pengendalian terhadap
penguasaan dan pemilikan tanah. Pemberian hak untuk hunian dan komersial diberikan hak milik sarusun (satuan rumah susun) di atas hak guna bangunan atau hak pakai di atas tanah negara atau hak pengelolaan. Sedangkan untuk fasilitas publik dan ruang terbuka hijau diberikan hak pakai. Keselarasan penggunaan, pemanfaatan, penggunaan dan pemanfaatan tanah pada kawasan TOD diarahkan untuk mewujudkan tertib administrasi pertanahan. Untuk mencapai keselarasan tersebut diperlukan peraturan pemerintah tentang TOD yang menjamin kepastian hukum bagi para pemegang hak.

 

ABSTRACT
Big cities in Indonesia cannot be separated from the problem of the lack of land for residential purposes that are close to work and commercial environments. The effort to answer the need for land is by developing integrated areas close to transportation nodes known as transit-oriented development areas (TOD). If the development of TOD is related to land aspects, then the problem question is how the pattern of use, land use, control and ownership of land in the TOD area. Based on these problems, the research objectives to be achieved are to determine patterns of use, land use, control and ownership of land in the TOD area. The research method used is descriptive qualitative method, namely using qualitative data in the form of reports, scientific articles and related regulations and then analyzed descriptively. Aspects analyzed in the form of control, ownership and use of land in the TOD area which includes the management, supervision and control. The results of the analysis regarding land aspects are the development of patterns of land use and utilization as well as patterns of land control
and ownership. The pattern of land use and utilization includes elements of administration, supervision and control which refer to provisions regarding planning and utilization of space. Meanwhile, land tenure and ownership patterns contain the granting/extension/renewal of land rights, supervision and control over land tenure and ownership. The granting of residential andcommercial rights is given to flat ownership rights over building use rights or use rights over state land or management rights.Meanwhile, public facilities and green open spaces are given use rights. Harmonization of the use, exploitation, application and use of land in TOD areas is directed at realizing orderly land administration. To achieve this harmony, government regulations regarding TOD are needed that guarantee legal certainty for rights holders.

References

Arsyad, M.A. & Handayeni, K.D.M.E. (2018). Pengukuran Kesesuaian Kawasan Transit Blok M, Jakarta Terhadap Kriteria Konsep TOD (Transit Oriented Development). Jurnal Teknik ITS, 7 (1), 50-54. ttps://doi. org/ 10.12962/J23373539.V7I1.29865

Atianta, L. (2020). Suhu Permukaan Lahan dan Intensitas Pemanfaatan Ruang di Perkotaan Yogyakarta. Jurnal Pengembangan Kota, 8 (2), 151-162. https://doi.org/10.14710/ jpk.8.2.151-162 .

Ayuningtyas, S. H. dan Karmilah, M. (2019). Penerapan Transit Oriented Development (TOD) sebagai Upaya Mewujudkan Transportasi yang Berkelanjutan. 24. 45- 66. http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/ pondasi/article/view/4996/3179 .

Federal Transit Administration. 2022. Draft of Federal Transit Administration Guidance on Joint Development. US Department of Transportation, 1-43.

Dadashpoor, H., Azizi, P. & Moghadasi, M. (2019). Land Use Change, Urbanization, And Change In Landscape Pattern In A Metropolitan Area. Science of The Total Environment, 655, 707-719. https://doi. org/10.1016/j.scitotenv.2018.11.267

Gifarry, P., Ari, I.R.D. & Firdausiyah, N. (2022). Penerapan Kawasan Berorientasi Transit Di Kawasan Transit Blok M, Jakarta Selatan. Takoda Jurnal Tata Kota dan Daerah, 14 (2), 63-74. https://doi.org/10.21776/ ub.takoda.2022.014.02.3

Gosal, C.V., Kindangen, J.I. & Rengkung, M.M. (2019). Kajian Penggunaan Lahan Mix Use Di Kota Manado Menuju Smart Growth City. Jurnal Spasial, 6 (2), 354-363. https:// doi.org/10.35793/sp.v6i2.25318

Hasibuan, H.S., Harmain, R. Berkademi, W. & Sari, I.P. (2018). Daya Dukung Kawasan Transit Oriented Development di Lebak Bulus Provinsi DKI Jakarta. Plano Madani, 7 (2), 174-184. http://journal.uin-alauddin.ac.id/ index.php/planomadani

Ibraeva, A., Correia, G.H.A., Silva, C. & Antunes, A.P. (2020). Transit-Oriented Development: A Review Of Research Achievements And Challenges. Transportation Research Part A, 110-130. https://doi.org/10.1016/j. tra.2019.10.018

Isa, M.H. & Handayeni, K.D.M.E. (2014). Keterkaitan Karakteristik Kawasan Transit Berdasarkan Prinsip Transit Oriented Development (TOD) terhadap Tingkat Penggunaan Kereta Komuter Koridor Surabaya Sidoarjo. Jurnal Teknik ITS. 3 (2), 196- 201. https://doi.org/10.12962/j23373539. v3i2.7275 .

Li, L., Pan, C., Ling, S. & Li, M. (2022). Ecological Efficiency of Urban Industrial Land in Metropolitan Areas: Evidence from China. Land, 11, 1-19. https://doi.org/10.3390/ land11010104

Knowles, R.D., Ferbrache, F. & Nikitas, A. (2020). Transport’s historical, contemporary and future role in shaping urban development: Re-evaluating transit oriented development. Cities, 99, 102607. https:// doi.org/10.1016/j.cities.2020.102607

Narotama, Sunoko, K., & Pramesti, L. (2021). Penerapan Prinsip Transit-Oriented Development. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur, 4(1), 33–42.

Nendey, M.M.H., Prijadi, R. & Supardjo. (2022). Boulevard Mix Use Building, Arsitektur High Tech. DASENG Jurnal Arsitektur, 11 (1), 54-64. https://doi.org/10.35793/ daseng.v11i1.43268 164 JURNAL PERTANAHAN Vol. 13 No. 2 November 2023 153 - 164

Padeiro, M., Louro, A. & da Costa, N.M. (2019) Transit Oriented Development And Gentrification: A Systematic Review. Transport Reviews, 39:6, 733-754, https://doi.org/10.1080/014 41647.2019.1649316

Pasandaran, J.B., Tangkere, C. & Sondakh, D.K.G. (2021). Kajian Hukum Terhadap Hak Pengelolaan Dalam Hukum Pertanahan Indonesia. Lex Administratum, 9 (5), 17- 25. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/ administratum/article/view/34000

Rahmi, E. (2010). Eksistensi Hak Pengelolaan Atas Tanah (HPL) dan Realitas Pembangunan Indonesia. Jurnal Dinamika Hukum, 10 (3), 349-359. https://dinamikahukum. fh.unsoed.ac.id/index.php/JDH/article/ view/104/53

Sanusi, A.F.R., Waloejo, B.S. & Yudono, A. (2023). Penerapan Konsep Transit Oriented Development (TOD) di Kawasan Manggarai. Planning for Urban Region and Environment Journal (PURE), 12 (2), 215- 226. https://purejournal.ub.ac.id/index.php/ pure/article/view/533

Siregar, M.A. & Koto, Z. (2015). Hukum Agraria Atas Keberadaan Bangunan pada Ruang Atas Tanah. Jurnal Nuansa Kenotariatan, 1 (1), 11-23. https://www.neliti.com/ publications/233657/hukum-agraria-atas keberadaan-bangunan-pada-ruang-atas tanah#cite

Surya, B., Salim, A., Hernita, Suriani, S., Menni, F. & Rasyidi, E.S. (2021). Land Use Change, Urban Agglomeration, and Urban Sprawl: A Sustainable Development Perspective of Makassar City, Indonesia. Land MDPI Journal, 10 (6), 1-31. https://doi. org/10.3390/land10060556

Susilowati, F., Chrishnawati, Y., dan Puspitasari, E. (2021). Proyeksi Transit Oriented Development oleh Masyarakat di Stasiun Tugu Yogyakarta. 19. 43-52. Diakses pada https://ojs.balitbanghub.dephub.go.id/ index.php/jurnalmtm/article/view/2039/pdf

Taufan, E.R. & Ritohardoyo, S. (2018). Pengaruh Kebutuhan Lahan Untuk Perumahan Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan Pertanian Sawah Di Kabupaten Bantul. Jurnal Bumi Indonesia, 7 (1), 1-13. https:// core.ac.uk/download/pdf/295176751.pdf

Wagistina, S. & Antariksa. (2019). Urban sprawl and residential segregation in Western Suburb Area of Malang City, East Java, Indonesia.Jurnal Pendidikan Geografi, 24 (1), 11-24. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/ um017v24i12019p011

Zafira, W.S. & Puspitasari, A.Y. (2022). Penerapan Prinsip Transit Oriented Development (TOD) Untuk Mewujudkan Transportasi Yang Berkelanjutan, Studi Kasus: Kawasan Dukuh Atas DKI Jakarta, Kawasan Plaza Indonesia, Terminal Pal Enam Kota Banjarmasin, Stasiun LRT Jaticempaka Kota Bekasi. Jurnal Kajian Ruang, 2 (1), 110-133. http://dx.doi.org/10.30659/jkr. v2i1.2044

Downloads

Published

2023-12-01

How to Cite

Arnowo, H. (2023). Aspek Pertanahan Dalam Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit. Jurnal Pertanahan, 13(2). https://doi.org/10.53686/jp.v13i2.196